Waspada! Berikut Penyebab Kucing Lemas dan Cara Mengatasinya

 

Waspada! Berikut Penyebab Kucing Lemas dan Cara Mengatasinya -Halo petlovers, jumpa lagi dengan saya di blog jendelapet. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas penyebab kucing lemas dan cara mengatasinya. Jika kucing kesayangan yang biasanya lincah dan mendadak lemas tentunya membuat pemilik merasa khawatir. Karena sebagai pemilik melihat peliharaannya dalam keadaan sehat, makan dengan lahap dan beraktifitas dengan lincah, pasti menjadi kepuasan tersendiri.

Meskipun, kalian sudah merawat kucing kesayangan dengan baik, namun bukan berarti kucing kesayangan dapat terhindar dari berbagai masalah. Biasanya masalah yang sering menyerang kucing adalah kucing mendadak lemas, tidak mau makan, sehingga banyak pemilik yang menyangka bahwa kucing akan mati. 

Tapi, kalian jangan langsung panik! Sebaiknya kalian memahami terlebih dahulu apa saja penyebab kucing yang mendadak lemas. Jika kalian sudah memahami beberapa penyebabnya akan sangat mudah menentukan cara mengatasinya. Maka dari itu, pahamilah dengan seksama agar mengetahui dengan jelas penyebab kucing mendadak lemas. Berikut ini penyebab kucing mendadak lemas dan cara mengatasinya. 

Baca Juga : Penyebab dan Gejala Anemia Pada Kucing

Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing yang Lemas

Bagaimana caranya mengetahui kucing yang mendadak lemas? Masalah kucing yang mendadak lemas dapat dilihat dari kucing yang kehilangan nafsu makannya dan biasanya kucing akan menghindari makanan selama 24 jam. Dan untuk anak kucing, masalah ini dapat kalian lihat jika mereka mengalami kelesuan lebih dari 12 jam. 

Selain kucing lemas, adapun tanda lainnya seperti kucing tidur terus-menerus, berat badan menurun, munculnya infeksi, diare, muntah, bernafas dengan cepat dan mengalami dehidrasi. Lalu, apa saja penyebab kucing mengalami lemas dan tidur terus-menerus? Berikut ada beberapa penyebab kucing lemas yang termasuk masalah medis dan non medis. 

- Penyebab kucing mengalami lemas non medis yaitu berkain dengan stres yang di alami oleh kucing tersebut dan juga kecemasan yang menganggu pikirannya. Masalah ini bisa saja terjadi jika kucing tidak menyukai makanannya, beradaptasi lagi karena rumah baru, ada hewan peliharaan baru dan merasa bosan.

- Penyebab kucing lemas yang berkaitan dengan medis yaitu bagian kaki alat gerak kucing yang mendadak lemas karena tidak bisa berjalan karena disebabkan kecelakaan, kelumpuhan, bawaan dari lahir, karena usia tua, dan penyakit distemper. 

- Permasalahan medis yang berkaitan dengan mulut, sistem pencernaan dan kerongkongan. Masalah tersebut disebabkan karena kucing kesulitan mengigit, menelan dan mengunyah makanan yang menjadikan kucing tidak mau makan dan lemas. 

- Penyebab yang berkaitan dengan masalah medis yaitu penyakit sistematik yang menyebabkan seluruh metabolisme tubuh. Sehingga hal ini menyebabkan kucing menjadi lemas dan tidak bisa berdiri. Contohnya yaitu penyakit jantung, ginjal, pernafasan, pencernaan, kanker, kekebalan tubuh dan hipertiroidisme. 


Namun, selain faktor medis dan non medis diatas ada juga penyebab lain yang membuat kucing lemas. Biasanya seperti keracunan, pengaruh obat-obatan, atau dampak vaksinisasi yang menyebabkan turunnya nafsu makan serta tanda-tanda lainnya. 

Cara Mengatasi Kucing Lemas Dengan Cepat

1. Memastikan kucing tidak dehidrasi

Selain memberikan makanan yang bergizi dan kesukaan kucing, jangan lupa juga untuk memenuhi asupan mineralnya untuk mencegah dehidrasi. Mengapa kucing bisa mengalami dehidrasi? Karena di saat kucing mengalami mual, muntah dan tidak nafsu makan dari situlah kucing mengalami kekurangan cairan dalam tubuhnya. 

Maka dari itu, pastikanlah untuk memberi minuman dari air yang bersih dan terhindar dari kontaminasi bakteri, kuman dan virus yang menyebabkan penyakit pada kucing. Obat alternatif yang bisa kalian berikan pada kucing ketika muntah dan diare agar tidak dehidrasi yaitu berikanlah larutan oralit. Oralit yang biasa digunakan adalah pedialyte yang sangat mudah ditemukan dan sangat umum digunakan oleh manusia. 

Namun, jika kalian tidak menemukan pedialyte bisa menggunakan larutan gula dan garam yang sudah tersedia di rumah. Larutan gula dan garam juga sama seperti oralite yang dapat mengatasi dehidrasi. 

2. Cobalah memberikan makanan dan amati tingkah lakunya

Sebelumnya, cobalah untuk menawarkan makanan kesukaan kucing. Dengan memberikan makanan kesukaan dapat menstimulus nafsu makan kucing yaitu seperti hati dan ikan tuna kalengan. Berikanlah dengan porsi kecil terlebih dahulu dan perhatikan tingkah laku kucing. Biasanya mereka akan mengendus, mengeong lalu menghampiri kalian.

Selain makanan yang disebutkan diatas, kalian bisa memberikan makanan kesukaan kucing lainnya seperti ikan, telur atau kaldu bagi kucing yang terlalu pilih memilih dalam makanannya. Namun, jika kucing sama sekali tidak merespon makanan kesukaan yang kalian berikan, segeralah membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan. 

3. Melakukan tes skrinning untuk deteksi masalah kesehatan

Untuk memperkuat bukti pemeriksaan awal, biasanya dokter hewan juga menyarankan untuk melakukan tes skrinning untuk memastikan mengenai masalah medis yang dialami kucing. Berikut ini tiga jenis tes skrinning yang umum di lakukan kucing. 

- Urinalisis yaitu tes sederhana yang menganalisa komposisi di cairan urin kucing. Mengapa pengujian ini dilakukan? Karena pengunjian ini sangat cukup akuran untuk menilai kinerja ginjal, mengidentifikasi peradangan dan infeksi dalam saluran kemih. Selain itu mendeteksi adanya diabetes dan gangguan metabolisme lainnya. 

- Menghitung tes darah lengkap akan memberikan informasi mengenai tiga jenis sel dalam darah yaitu sel darah merah yang membawa oksigen dalam jaringan, sel darah puting yang melawan infeksi dan peradangan, selain itu ada trombosit yang membantu darah menggumpal.

- Tes yang terakhir yaitu tes profil biokimia yang melakukan pengujian pada zat-zat seperti enzim, lipid, protein, hormon, glukosa, elektrolik dan produk limbah metabolik. Pengujian yang dilakukan pada zat.-zat tersebut untuk memberikan informasi menegani kesehatan berbagai organ dan jaringan dalam tubuh, termasuk keadaan metabolisme tubuh. 

4. Melakukan pemeriksaan fisik di awal

Kucing yang lemas adalah perkara umum yang sering dialami oleh kucing. Biasanya dokter hewan akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan gejala apa saja yang di alami oleh kucing dirumah. Jika kucing mengalami gejala muntah, diare, batuk, dan penurunnya berat badan. Mungkin saja disebabkan karena kucing peliharaan kalian sudah tua dan terlalu banyak minum air putih, sehinga bisa menyebabkan penyakit ginjal.

Selain itu, dokter hewan juga akan melakukan pemeriksaan secara fisik. Pemeriksaan fisik tersebut akan dilakukan secara menyeluruh di semua bagian tubuh kucing. Biasanya akan dimulai pada bagian tubuh luar seperti kepala, kaki, tubuh dan ekor apakah terdapat luka bekas berkelahi atau kecelakaan yang membuat kucing mendadak lemas. 

5. Perawatan lanjutan untuk kucing

Jika kucing sudah melakukan pemeriksaan awal dan tes skrinning, selanjutnya dokter hewan akan melakukan perawatan lanjutan setelah mengetahui masalah kesehatan pada kucing. Selain tindakan medis yang diberikan seperti operasi adapula perawatan lanjutan yang diberikan secara umum yaitu memberikan obat-obatan, mengatur asupan makanan kucing, terapi cairan dan terapi makanan tabung. 


Penutup

Demikian itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi kucing lemas. Jika kucing kalian sedang mengalami masalah tersebut, jangan langsung panik karena akan membuat kucing semakin parah. Sebaiknya ketahuilah penyebabnya agar nanti lebih mudah dalam memberikan pertolongan. Sekian artikel kali ini semoga penjelasan diatas dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih sudah berkunjung di blog jendelapet. Sampai jumpa!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Baca Juga